Dispersip Kabupaten Probolinggo Sukses Gelar Festival Literasi

Berita19 Views
banner 468x60

Probolinggo — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo sukses menggelar Festival Literasi 2026 pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di halaman Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat di tengah derasnya arus digitalisasi.

Festival Literasi tahun ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Bupati Probolinggo, dr. H. Muhammad Haris, M.Kes. dan Wakil Bupati Probolinggo, Lora H. Fahmi Abdul Haq Zaini, S.Ag., S.Kom beserta jajaran kepala perangkat daerah, pegiat literasi, akademisi, guru, pelajar, dan berbagai komunitas literasi dari seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo menyoroti tantangan literasi di era digital yang ditandai dengan tingginya penggunaan gawai di berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak agar tidak mengurangi kebiasaan membaca dan menulis yang menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.

“Anak-anak dan generasi muda hari ini sangat dekat dengan gadget. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan gadget yang tidak produktif dan memperbanyak aktivitas membaca serta menulis. Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas literasi masyarakatnya,” ungkap Bupati, Gus dr. H. Muhammad Haris, M.Kes. di hadapan peserta festival.

Ia menambahkan bahwa budaya membaca dan menulis merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Hj. Ulfiningtyas, S.H., M.M., menjelaskan bahwa Festival Literasi 2026 merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat budaya literasi di semua kalangan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Literasi tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, literasi harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas. Oleh karena itu, Festival Literasi dirancang sebagai ruang kolaborasi sekaligus ajang apresiasi bagi para pegiat literasi yang selama ini aktif mengembangkan budaya literasi di daerah.

Berbagai kegiatan menarik turut memeriahkan festival, mulai dari pameran buku, bazar literasi, lomba resensi buku, melukis dengan kopi, hingga penampilan kreativitas pelajar dan komunitas. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, menunjukkan bahwa semangat literasi di Kabupaten Probolinggo terus tumbuh dan berkembang.

Kehadiran ratusan peserta dari berbagai latar belakang menjadi bukti bahwa literasi bukan lagi sekadar aktivitas akademik, melainkan telah menjadi gerakan sosial yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Festival ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan pentingnya membaca sebagai bagian dari gaya hidup produktif di tengah dominasi media digital.

Melalui Festival Literasi 2026, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap lahir semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, aktif menulis, serta mampu memanfaatkan informasi secara bijak. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi program tahunan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat menuju Kabupaten Probolinggo yang lebih maju, cerdas, dan berdaya saing.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *