Jakarta — Sepanjang 2025, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menarik perhatian investor karena tingkat dividen yang relatif tinggi, melampaui rata-rata pasar dan bahkan memberikan imbal hasil lebih menarik dibanding bunga deposito bank.
Data pasar modal mencatat beberapa emiten yang membagikan dividen dengan yield tinggi dan menjadi favorit investor yang mencari pemasukan pasif (passive income) selain potensi capital gain harga saham.
Emiten dengan Dividend Yield Menonjol
Beberapa saham dengan dividend yield di atas angka dua digit selama tahun buku 2025 antara lain:
-
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatat dividend yield sekitar 15,15% setelah membagikan dividen tunai pada April 2025.
-
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membagikan dividen total yang menghasilkan yield sekitar 12,90%, mencerminkan kebijakan distribusi laba yang agresif kepada pemegang saham.
-
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) dan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) juga termasuk di antara saham dengan yield di kisaran 12-12,6%.
-
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memberikan dividend yield di atas 11%, menjadikannya salah satu saham dari kelompok sektor energi yang konsisten dalam distribusi dividen.
Selain itu, sejumlah emiten lain seperti Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) dan Sampoerna Agro Tbk (SGRO) juga tercatat memiliki yield yang menarik, berkisar di atas 11%, menunjukkan minat investor terhadap saham-saham yang memberikan dividen signifikan sepanjang 2025.
Sektor Energi dan Perbankan Menjadi Sumber Dividen
Analisis menunjukkan saham di sektor energi dan sumber daya alam mendominasi daftar yield tinggi, terutama karena harga komoditas yang relatif kuat pada periode ini. Emiten energi seperti ADRO dan PTBA memanfaatkan keuntungan dari permintaan global untuk batubara dan energi lain, sehingga mampu mendistribusikan laba lebih banyak kepada pemegang saham.
Di samping itu, beberapa saham perbankan regional juga memutuskan pembagian dividen yang menarik. Misalnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menyetujui pembayaran dividen signifikan setara dengan sebagian besar laba bersih tahun buku 2024.
Menimbang Dividen dan Valuasi Pasar
Meskipun dividend yield tinggi sering kali menjadi daya tarik, analis pasar memperingatkan investor untuk mempertimbangkan faktor fundamental perusahaan secara menyeluruh. Kadang yield yang tinggi bisa dipengaruhi oleh penurunan harga saham, sehingga angka yield terlihat besar meskipun kondisi kinerja fundamental perusahaan belum sepenuhnya menggembirakan.
Investor disarankan menilai bukan hanya tingkat dividen yang dibayarkan, tetapi juga kelangsungan laba, arus kas, dan prospek bisnis jangka panjang emiten yang bersangkutan sebelum membuat keputusan investasi.








